Menuju Senja

Sebagaimana perjalanan menuju senja, hidup ialah tentang pertemuan dan perpisahan. Namun tenang saja, setelahnya selalu ada Fajar dengan harapan baru.

Saturday, 9 December 2017

JANGAN JATUH CINTA (*)


        Kenapa kau memilihku? padahal aku tidak lebih baik dari dia.
Tidak ada ukuran pasti tentang siapa lebih baik daripada siapa. Dia mungkin tak bisa menjawab pertanyaanmu, yang jelas Tuhan membuat dia memilihmu. Lantas untuk apa kau ajukan pertanyaan semacam itu?
Kepadamu yang sedang merengguh setiap kesedihan, jangan khawatir. Setiap hal selalu menemukan jodohnya masing-masing, meski tidak selalu bersama.

Bayangkan kau berada pada sebuah posisi paling tidak kau inginkan, senja baru saja berlalu dari hadapanmu. Matahari tak datang, meninggalkanmu berdua bersama senja yang kelabu. Kau dan senja bercengkrama dalam gelisah. Membuatmu bertanya tanpa ada yang menjawabnya.
Cukuplah, kamu sudah terlalu dalam tenggelam dalam angan-angan buruk yang kau buat sendiri.
Jatuh cinta dari dulu memang selalu tidak mengenakan.
Dan dari jauh kau dengar lamat-lamat, “Makanya jangan jatuh cinta, tapi bangun cinta!”
Jangan jatuh cinta! Segala sesuatu tentang ‘jatuh’ selalu tidak mengenakan. Meski terdengar manis, kau harus siap dihempaskan sewaktu-waktu.
Bila ingin baik, bangun saja cinta. Bangun cinta dengan cara yang baik dan benar. Makanan yang nikmat pun dibuat dengan baik dan benar, menggunakan bahan-bahan berkualitas, dimasak oleh koki yang ahli, juga dengan cara-cara yang baik. Bahan, koki dan cara yang baik saja belum cukup. Tentu harus halal, bukan?
Bangunlah cinta dengan orang yang baik, dan dengan cara yang baik pula.
Jadi, ayo memasak! Eh, ayo bangun cinta maksudku.
Selamat mencoba!



(*) Gambar diambil di Istana Siak Sri Indrapura, Desember 2017

2 comments:

Khairul Sani said...

Luar biasa tulisan abg agung, sangat ringan dan menghanyutkan.....

SENJA said...

Thanks brother Fillah. Semoga bermanfaat, meskipun sedikit gaje :D