Kupinjam hatimu,
Yang 'kan kusimpan dalam lemari rongga-rongga dadaku.
Kupinjam hatimu,
Tuk kujadikan tempat bersandar kala sepi.
Aku laput dalam semerawut pikiryang kalut,
Berlabuh bersama gundah hati yang cukup 'trasa menghampakan jiwa.
Ketika tak kulihat lagi senyum manismu.
Arrgghhh, . kamuu.!
Ketikaa ditanyakan, kapan pijar itu dinyalakan,.
Maka, kujawab tidak tahu, sama sekali tidak tahu.
Sebab aku tidak pernah melihat datangnya, tahu-tahu sudah berada disana dengan sinar bribu rembulan, terang dan menenangkan.
Maka, aku mohon jangan pernah kamu tanyakan itu lagi.
sebab aku akan sulit menjawabnya.
Sama sulitnya ketika aku harus menahan dan menghadapi rasa rindu padamu.
Tidakkah kau mencoba untuk merindu?
Sekali saja
Ditulis akhir tahun 2014
No comments:
Post a Comment