Menuju Senja

Sebagaimana perjalanan menuju senja, hidup ialah tentang pertemuan dan perpisahan. Namun tenang saja, setelahnya selalu ada Fajar dengan harapan baru.

Thursday, 15 June 2017

SEPERTI HUJAN



Aku ingin mencintaimu seperti hujan yang datang di suatu sore
Aku ingin mencintaimu seperti betapa bahagianya anak-anak merayakan hujan selepas musim panas.
Atau  seperti dua anak remaja yang saling jatuh cinta –
Yang diam-diam bertukar hadiah di bawah pohon Kersen di halaman sekolah
: Dengan bahagia dan malu-malu

Serupa hujan, aku membencimu sewaktu-waktu
Seperti lambaian tangan seorang wanita
Yang melepas kekasihnya di stasiun kereta
; Deru lokomotif dan debu mengaburkan pandangannya
Perlahan-lahan

Aku ingin mencintaimu seperti hujan
Kau hujannya
Dan aku adalah lelaki yang mendiami sebuah ruangan
Aku adalah lelaki yang menikmati hujan dari balik tingkap-tingkap kaca jendela
Mengaguminya dari jauh

Kemudian denting piano pada lagu ‘Not With Me’ mengaburkan ingatanku perlahan-lahan
Life was never be so easy it seems
Till you come and bring your love inside
No matter space and distance make it look so far
Still I know you're still here by my side

Seperti hujan, aku jatuh cinta perlahan-lahan

Padamu~

No comments: