Menuju Senja

Sebagaimana perjalanan menuju senja, hidup ialah tentang pertemuan dan perpisahan. Namun tenang saja, setelahnya selalu ada Fajar dengan harapan baru.

Saturday, 8 December 2018

JANGAN KHAWATIR



Kuajak kau terbang ke atas awan, agar kau tegar dan tak terkalahkan..
            Kepadamu yang entah kali keberapa menangis di sudut ruangan, sendiri, jangan khawatir. Jangan khawatir tentang hidup yang seringkali tidak berpihak padamu. Akan ada suatu titik dimana kita tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu harus berkata apa, mengadu kemana. Segala masalah seolah menghajar kita bertubi-tubi. Semua seakan memusuhi kita. Tentang mereka yang ada saat kita berada di atas dan hilang entah kemana saat kita berada di titik terendah dalam hidup kita. Pada akhirnya kita mungkin akan sakit, menangis dan berteriak. Atau bahkan akan memecahkan barang-barang di sekitar kita.

            Kepadamu yang berharap lebih pada sesuatu tetapi tidak sesuai harapanmu, jangan khawatir. Hidup terlalu singkat untuk memaki segala hal yang kau inginkan tidak terwujud.
            Kepadamu yang merasa kalah, jangan khawatir. Kemenangan dan kekalahan adalah sesuatu yang abstrak. Kekalahan, bagaimana pun bentuknya adalah bibit dari sebuah kemenangan yang nyata. Kita hanya perlu memeliharanya dengan baik, memastikannya tumbuh dengan sempurna, hingga pada akhirnya kita petik buahnya yang ranum lagi manis.
            Kepadamu yang lelah, jangan khawatir. Perjalanan akan menuntunmu pada suatu tempat bernama ‘kedamaian’. Disana kau bisa temukan apa saja yang kau cari. Kau hanya perlu berjalan. Pastikan kakimu kuat menopang seluruh beban dan kesakitan selama perjalanan.
            Kepadamu yang kecewa, jangan khawatir. Tentang berapa banyak jejak kaki di punggungmu, dari mereka yang meminjam punggungmu untuk melangkah naik lantas melupakanmu begitu saja. Tidak apa-apa, tetaplah menjadi dirimu sendiri.
            Kepadamu yang merasa kecewa, kalah, dan merasa tidak seberuntung orang lain. Tetaplah berjalan. Ingatlah, selalu ada campur tangan Tuhan dalam setiap gerak-gerikmu; dalam setiap tangis, kalah, lelah, kecewa, gagal dan berhasilmu. Tuhan menitipkan kekuatan kepadamu, agar kau bisa bertahan di dalam situasi apapun. Nikmati setiap prosesnya. Kau boleh merasa lelah, kecewa, menangis dan teriak sekencang yang kau inginkan. Namun jangan lupa untuk kembali berdiri di atas kedua kakimu. Nikmati sinar mentari yang menyapu lembut wajahmu. Jangan khawatir, setelahnya kau akan bermetamorfosis menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
            Mari kesini, akan kuajak kau terbang ke atas awan, agar kau tegar dan tak terkalahkan. Jadilah juara yang sesungguhnya. Jadilah juara bagi dirimu sendiri dan orang lain. Jadilah sebab bagi kebahagian sebanyak-banyaknya orang. Sebab, orang yang paling berbahagia di atas muka bumi ini ialah mereka yang mendedikasikan seluruh kehidupannya untuk kebahagiaan orang lain. Maka percayalah, ketika kau membahagiakan orang lain, Tuhan memberikan kebahagiaan kepadamu berkali-kali lipat.
Selamat merayakan kehidupan!


*Aku mendengar getar suaramu, lirih doa-doamu, dalam nada-nada yang kaurahasiakan dari hiruk-pikuk pesta dunia. Tetaplah menjadi pribadi yang dekat kepada Tuhan. Ingatlah, Tuhan tidak memberikan apa yang kau inginkan. Dia memberikan apa yang kau butuhkan. Segalanya pasti yang terbaik, maka jadilah yang terbaik!

-Dirimu yang lainnya.

No comments: